Limiting Belief dan Cara Mengubahnya
Seringkali kita memberi label pada diri kita sendiri maupun orang lain untuk memberi “makna" atas diri kita atau orang lain. Dan sayangnya seringkali label yang kita sematkan adalah label yang bersifat negatif. Misalnya, anakku tu anak yang rewel, aku itu ibu yang pemarah, suamiku itu suami yang nggak perhatian, temenku itu pemalas, tetanggaku itu tukang gosip, adikku itu tukang tidur. Label-label negatif itulah yang disebut Limiting belief atau keyakinan yang tidak memberdayakan. Dalam bukunya Enlightening Parenting, Okina fitriani menyebutkan bahwa “meskipun keyakinan tersebut mampu ditahan untuk tidak dikeluarkan, tetapi keyakinan itu tersimpan dalam pikiran dan perasaan kita yang kemudian muncul dalam bentuk self talk sehingga menghasilkan respons khas yang langsung dari bawah sadar. Misalnya saat seseorang meyakini bahwa dia itu pemarah, dia akan merasa memang begitulah sifatnya dan tidak dapat diubah sehingga menjadi pembenaran bagi dirinya saat marah-marah kepada...