Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mengikat Ilmu

Limiting Belief dan Cara Mengubahnya

Gambar
Seringkali kita memberi label pada diri kita sendiri maupun orang lain untuk memberi “makna" atas diri kita atau orang lain. Dan sayangnya seringkali label yang kita sematkan adalah label yang bersifat negatif. Misalnya, anakku tu anak yang rewel, aku itu ibu yang pemarah, suamiku itu suami yang nggak perhatian, temenku itu pemalas, tetanggaku itu tukang gosip, adikku itu tukang tidur. Label-label negatif itulah yang disebut Limiting belief atau keyakinan yang tidak memberdayakan. Dalam bukunya Enlightening Parenting, Okina fitriani menyebutkan bahwa “meskipun keyakinan tersebut mampu ditahan untuk tidak dikeluarkan, tetapi keyakinan itu tersimpan dalam pikiran dan perasaan kita yang kemudian muncul dalam bentuk self talk sehingga menghasilkan respons khas yang langsung dari bawah sadar. Misalnya saat seseorang meyakini bahwa dia itu pemarah, dia akan merasa memang begitulah sifatnya dan tidak dapat diubah sehingga menjadi pembenaran bagi dirinya saat marah-marah kepada...

Perjalanan Menaklukkan Tantangan Diri

Gambar
“Semua Guru Semua Murid". Tagline dari RANGKUL yang digagas oleh Najeela Shihab yang menjadi bahasan kami di group WA. Dan saya sangat sepakat dengan tagline diatas. Sebagai sesama ibu (kebetulan WA group nya mamah-mamah), saya yakin bahwa masing-masing kita memiliki pengalaman yang berbeda-beda menakhlukkan tantangan sebagai seorang ibu. Setiap orang memiliki medan perangnya sendiri dan berjuang untuk menjadi pemenangnya. Sehingga.ungkapan itu sangatlah tepat, bahwa setiap ibu adalah guru sekaligus murid yang saling belajar dan mengajar. Dan saya percaya bin yakin bahwa guru dari segala guru adalah Allah SWT. Allah lah pendidik utama, yang membimbing dan menunjukkan jalan setiap hambanya untuk menjalankan perannya dengan baik, salah satunya peran sebagai orangtua. Saat saya merasa sangat frustasi ketika berulangkali melakukan kesalahan yang sama kepada anak-anak. Kesalahan yang terus berulang, padahal tahu kalau itu salah dan tidak baik. Kesalahan itu adalah marah-marah, m...

Yuk Kenali Otak Kita yang Berkaitan dengan Perilaku Kita

Gambar
Salah satu tantangan saya dalam membaca buku adalah menyelesaikannya. Seingat saya, hanya beberapa buku saja yang saya baca sampai tuntas. Diantara buku-buku itu adalah buku ESQ dan Toto Chan. Namun hal itu tidak membuat saya berhenti membaca buku. Agar saya tetap antusias membaca buku, maka saya membaca buku sesuai kebutuhan saya saat ini. Misalnya saya sedang butuh motivasi, saya baca buku motivasi, butuh tips berpikir positif saya baca buku berpikir positif. Butuh tips parenting, baca buku parenting. Dengan membaca buku sesuai kebutuhan saya merasa lebih semangat setiap kali mau membaca buku. Seperti saat ini, saya merasa tantangan terberat saya adalah mengendalikan emosi. Kalau orang lain mungkin mudah sekali menahan amarah, namun tidak dengan saya. Saya merasa kemarahan saya harus diungkapkan supaya orang lain mengerti bahwa saya sedang marah. Terus terang saya merasa tersiksa, bukan kedamaian dan ketenangan hati yang saya rasakan setelah mengungkapkan kemarahan tapi ras...