Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan Hati

DUKA YANG MENYATUKAN

Gambar
Beberapa waktu lalu saya menonton film "Little House on The Praire". Dalam episode kali itu, diceritakan tentang seorang nenek yang sangat kangen dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Saat itu, dia sedang sakit dan merasa sendirian. Dalam kesendiriannya dia berpikir, mungkin anak dan cucunya akan pulang jika dia sudah meninggal. Anak dan cucunya sudah lama tidak pulang bahkan saat natal sekali pun. Hanya surat yang dikirimkan, mengabarkan bahwa mereka baik-baik saja. Nenek yang sudah dirundung rindu ini pun punya ide. Dia meminta tolong kepada pak dokter dan pa (ayah laura). Meminta mereka mengabarkan kematian palsunya kepada anak da cucunya. Berharap mereka mau pulang dan menghadiri pemakamannya. Ibu yang rindu ini hanya ingin melihat anak dan cucunya. Tentu saja awalnya pak dokter dan pa menolak ide ini. Namun, sang nenek berhasil meyakinkan mereka. Upacara penghormatan terakhir pun di adakan. Para tetangga diundang. Peti mati kosong diletakkan di ruang tamu. Tak berap...

Pernah Mengalami Writer's Block, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Solusinya?

Gambar
Jujur saja menulis membuat saya bahagia. Setiap kali menyelesaikan satu tulisan ada rasa puas dan senang. Namun, entah kenapa akhir-akhir ini saya kok agak malas menulis. Sekedar membuka notes di HP saja rasanya enggan, apalagi mengetik kalimat yang biasanya mengalir begitu deras. Ide-ide yang biasanya bersliweran di kepala terasa mandek. Bingung mau nulis apa. Mungkinkah ini yang dinamakan writer’s block. Mungkin juga. Lalu bagaimana dong mengatasinya? Di awal saya sampaikan bahwa menulis membuat saya senang, jadi saat tidak menulis seperti ada rasa yang hilang. Namun, untuk mulai menulis rasanya kok berat. Jadi perasaan “hilang” itu bertambah parah karena “obatnya” tidak segera diminum. Mau segera sembuh berarti harus segera tahu sakitnya karena apa, supaya tahu harus minum obat apa. Jadi, hal pertama yang harus saya lakukan adalah bertanya pada diri sendiri. Apa penyebab writer's block pada diri saya: 1.Terlalu banyak scrolling medsos. Selama ini saya menulis di HP. Gan...

Menjadi Berbeda Memang Tidak Mudah

Gambar
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang. Saya mengira tahun ini akan turut dalam euforia tersebut karena satu pekan yang lalu sempat galau antara mau menyekolahkan Raisa atau tidak. Raisa saat ini berusia 4,7 tahun, yang menurut beberapa orang adalah usia yang tepat untuk masuk TK. Kenapa sempat galau? Karena beberapa kali baik saat mudik atau silaturahmi atau saat bertemu tetangga, Raisa mendapat pertanyaan, “Sudah sekolah ya?”, “Sekolah dimana? “. Tak urung hal tersebut membuat Raisa “ ngegeri ” minta sekolah. Rengekannya tak urung juga membuat saya galau. Antara ingin menyekolahkannya atau sekolah di rumah saja. Antara percaya diri dan tidak percaya diri menjalani homeschooling . Akhirnya setelah berdiskusi panjang dengan suami dan berusaha refleksi mengukur kemampuan bersama serta mengingat kembali  visi dan misi pendidikan keluarga kami  Bismillah, akhirnya kami putuskan untuk tidak menyekolahkan nya dulu saat ini. Pertanyaan, Raisa ...

Apakah aku ada atau tiada?

Gambar
Suatu waktu saya mendapat kunjungan dari salah satu teman. Teman saya ini bercerita bahwa seringkali sebagai ibu yang memilih full time mom dia merasa galau dengan dirinya sendiri. Betapa seringnya dia merasa tidak berguna dan bermanfaat karena yang dikerjakannya hanya dirumah, bebersih rumah, memasak, mengurus anak dan hal-hal lain yang berkaitan dengan rumah. Yang bahkan untuk hal-hal yang terlihat sepele itu sangat menyita waktu dan energi, namun tak kunjung selesai dan menghasilkan sesuatu yang bisa dibanggakan. Dan tak ada satupun yang memberikan penghargaan, atau sekedar tepuk tangan dan decak kagum, atau bahkan sekedar ucapan terimakasih. Eitss...bukan berarti teman saya ini gila penghargaan ya, wajar kan kalau kita juga ingin dihargai atas apa yang telah kita lakukan, ya...setidaknya kita jadi tahu bahwa apa yang kita lakukan ini bermanfaat dan berguna untuk orang lain. Menurut Abraham Maslow, penghargaan adalah salah satu kebutuhan manusia. Jadi apa yang teman saya al...

Mimpi Mengubah Dunia?

Gambar
Setiap orang memiliki cerita dan jalan hidupnya masing-masing. Saya pernah berpikir bahwa hidup ini kita yang tentukan, mau jadi apa, mau seperti apa,mau melakukan apa. Namun, seiring waktu saya menyadari bahwa bukan diri saya yang berhak menentukan dan yang tahu apa yang terbaik tetapi sesungguhnya hanya Allah Sang Penciptalah yang berhak menentukan dan paling tahu yang terbaik untuk diri kita. Jalan hidup kita semua sudah diatur oleh Allah, tugas saya sebagai manusia adalah menjalankannya dengan baik, bahwa hidup saya ini dan apapun yang saya lakukan semata-mata karena ibadah kepada Allah. Belajar terus untuk ridho dengan segala kehendak Allah atas hidup kita. Apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik, begitupun sebaliknya, apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurut Allah. Pernah muda dan punya mimpi mengubah dunia lalu berusaha mewujudkannya. Mencoba mewujudkan eksistensi diri dengan segenap kemampuan yang ada. Mimpi itu masih tergenggam erat dan...

Misi Hidup

Gambar
M emantaskan diri menjadi hamba yang disayang Allah, istri yang disayang suami dan ibu yang disayang anak-anak, sahabat yang bermanfaat dan disayang sesama. Kalimat di atas tadinya adalah deskripsi dari blog saya. Namun setelah saya evaluasi kok kayaknya terlalu panjang meskipun isinya sangat mewakili isi hati dan keinginan saya menjadi. Memantaskan diri menjadi hamba yang disayang Allah… Tidak ada yang lebih saya inginkan selain ini. Menjadi seorang hamba yang selalu disayang pencipta-Nya. Saya yakin hidup baik yang saya jalani sampai dengan saat ini adalah karena karunia dan kasih sayang Allah. Dilahirkan dari kedua orang tua yang penuh kasih sayang. Berada di lingkungan keluarga besar yang baik. Dipertemukan dengan teman-teman yang memiliki energi positif. Sekolah, kuliah dan pernah bekerja ditempat yang penuh inspirasi. Lalu menikah dengan laki-laki yang penyayang serta sabar dan di beri amanah dua anak perempuan yang menyejukkan mata dan hati. Semua hanya karena Allah ...

Semua Ada Waktunya

Gambar
Seperti halnya kuncup bunga yang pada akhirnya mekar, atau ulat yang menjadi kepompong lalu menjadi kupu-kupu. Hidup pun juga sama, semua ada waktunya... Dulu... Saat masih singgle saya selalu berusaha menyempatkan diri memasak makanan untuk bekal saat bekerja. Disela-sela memasak tersebut, saya berangan-angan suatu saat nanti akan memasak setiap hari untuk suami dan anak-anakku. Saya membayangkan itu akan sangat menyenangkan. Sekarang... Tiada hari tanpa memasak, setiap hari berkutat di dapur, mencoba menu-menu baru atau bahkan memasak masakan yang itu-itu saja. Ternyata memasak memang menyenangkan tapi kadang juga membosankan, hiks… Dulu... Saat pulang bekerja di sore hari, saya berangan-angan, ahh...Seandainya saya punya waktu lebih banyak untuk diri sendiri, saya bisa lebih banyak membaca buku dan mengembangkan ide-ideku. Sekarang... Iya...waktu saya memang lebih banyak, tapi ternyata buku masih saja tertata rapi di rak. Ide - ide juga masih ada di angan -angan. Ahh...

Yuk...Bikin Resolusi 2018

Gambar
Tahun baru baik Hijriah maupun Masehi merupakan moment yang tepat untuk melakukan refleksi. Mensyukuri setiap pencapaian tahun lalu dan membuat resolusi baru untuk satu tahun ke depan. Meskipun ya...seringkali buat saya resolusi hanya menjadi penyemangat diawal namun harus berjuang mati-matian untuk bisa konsisten ditengah dan diakhirnya, namun saya tak pernah menyerah untuk membuat resolusi setiap tahun. Buat saya ini tetap penting agar tahu gambaran besar perbaikan apa yang akan dilakukan tahun ini. Ke pencapaian dulu...Supaya lebih bersyukur... Tahun  2017 buat saya adalah tahun kebangkitan. Bangkit dari rasa keterpurukan dan ketidakbergunaan sebagai ibu yang "dirumah saja". Tahun menerima sepenuhnya peran sebagai ibu yang mendidik dan mengasuh anaknya sendiri. Tahun pencerahan dan penuh inspirasi, serta penuh semangat. Di tahun 2017,  saya didapuk untuk berbagi tentang "Manfaat Mendongeng" di Akademi Berbagi Kudus. Moment ini membuat mata saya berbinar-...

Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Gambar
"Jangan menua tanpa karya dan inspirasi". Quote yang sempat membuat saya terhentak sesaat saat membacanya diwall FB seorang teman. Qoute yang membuat saya tercenung dan termenung dipagi buta. Iyess...usia saya sudah semakin menua namun rasanya belum ada satupun karya yang berhasil saya torehkan ataupun inspirasi yang berhasil saya tularkan ke oranglain. Sedih dan kecewa menyergap, kenapa sampai usia segini saya belum menghasilkan apapun, sesuatu yang bisa saya banggakan dan terutama yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Dan saya kembali melihat kedalam diri saya, melihat kedua buah hati saya, amanah terbesar yang diberikan Allah pada saya. Betapapun inginnya saya membuat sebuah karya dan inspirasi untuk orang lain. Tapi yang terutama saat ini adalah menjalankan amanah saya sebaik-baiknya sebagai ibu untuk mereka. Saya harus belajar dulu menempatkan prioritas. Bukan karena keterpaksaan,bukan pula karena sebuah pengorbanan, namun karena ini adalah sebuah kewajiban,...

Stop Worrying!

Gambar
#day4 Dan bisa jadi kita tidak segera MOVE ON karena kita khawatir akan sesuatu? Ekspresikan sesuatu untuk segera melepaskan kekhawatiran itu! Saya khawatir tidak menjadi apa-apa. Tidak menjadi siapapun. Tidak dikenang sebagai apapun. Tidak cukup meninggalkan jejak yang baik dan dikenang baik didunai ini. Tidak memiliki cukup bekal untuk menghadapNya kelak. Lalu mau menjadi apa? Mau dikenang sebagai siapa? Jejak seperti apa yang mau ditinggalkan? Bekal seperti apa yang mau dikumpulkan? Apakah dengan menjadi seseorang yang memiliki banyak teman dan dikenal banyak orang? Apakah dengan menjadi seseorang yang memiliki pekerjaan mentereng bergaji selangit? Apakah dengan menjadi seseorang yang memiliki titel pendidikan yang berderet? Apakah dengan menjadi seseorang yang sekolah dan tinggal diluar negeri? Apakah dengan menjadi seseorang yang memdapatkan sanjungan dan tepuk tangan banyak orang? Atau... Apakah dengan menjadi seseorang yang bermanfaat bagi banyak orang atau mun...

Trust The Process

Gambar
#day5 Seringkali manusia fokus pada hasil yang mereka harapkan sendiri. Hal ini membuat lupa pada PROSES yang terjadi. Insight apakah yang Anda dapatkan? Memang seringkali saya tidak sabar dengan proses, karena keinginan untuk segera menikmati hasilnya. Tapi sebenarnya kalau dipikir-pikir justru dengan menikmati proses, saya mengalami banyak rasa, rasa senang, bahagia, gembira, sedih, kecewa, antusias, calm down, semangat menggebu-ngebu lalu down lagi begitu seterusnya. Sedangkan saat menikmati hasil hanya ada satu rasa yang saya rasakan yaitu rasa senang saat hasil sesuai yang diharapkan atau kecewa saat hasil jauh dari harapan. Setiap hari yang saya jalani adalah proses. Proses menjadi manusia yang lebih baik. Lebih baik itu banyak definisinya. Untuk saya ya menjadi lebih baik dalam mengelola emosi, dalam konsistensi melakukan apapun, lebih berdaya juang menggapai sesuatu yang dicita-citakan, lebih menerima diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan, lebih percaya di...