Postingan

Menampilkan postingan dengan label Think Creative

Membuat Bunga

Gambar
Ayah pergi ketoko karena salah satu karyawannya tidak masuk. Sehingga rumah terasa sepi. Karena Raisa sudah menonton TV pagi, jadi malam hari dia sudah tidak boleh nonton TV lagi. Supaya ada kegiatan, Mama usul gimana kalau main diluar saja sembari menikmati sejuknya udara malam. Namun Raisa menolak usul Mama. Raisa punya usul sendiri. "Hmmm...nggak mau ah Ma main diluar". "Ya udah, trus mau main apa?" "Hmmm...gimana kalau main petak umpet!" Akhirnya kami bertiga bermain petak umpet. Raisa dan Rafifa yang menghitung, Mama yang sembunyi. Setelah tiga kali putaran, Raisa menghentikan permainan. "Udah yuk Ma, mainnya!" "Ya sudah trus mau main apalagi?" Matanya menerawang dan melihat kearah atas kulkas. "Gimana kalau bikin bunga aza ma, kayak itu (sambil menunjuk vas bunga diatas kulkas), yang ada daunnya!". Akhirnya kami bertiga membuat bunga dengan kertas origami. Mama yang menggunting bunganya, Raisa yang menggu...

Membuat Katak Bicara

Gambar
Titi sedang main kerumah, Raisa senang dan mengajak titi bermain. Mereka bermain dengan menggunakan kertas origami. Awalnya hanya corat-coret, lama kelamaan mereka membuat origami. Titi punya ide membuat katak yang bisa bicara. Ternyata titi lupa cara membuatnya. Alhamdulillah ada Ayah karena Ayah ingat cara membuatnya. Akhirnya Ayah membuat katak bisa bicara bersama Raisa. Setelah jadi Ayah mempraktekkan cara menggunakannya dengan menarik pegangannya dan berbicara seolah-olah katak yang sedang berbicara. Raisa senang sekali karena kataknya bisa membuka dan menutup mulut saat pegangannya ditarik. Raisa membolak-balik kataknya tanda dia takjub. Kadang kita perlu menunjukkan pada anak bahwa kreativitas itu sederhana. Sederhana namun menyenangkan. Kudus, 11 Nopember 2017 #day10 #tantangan10hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative #odopfor99days80

Messy Play

Gambar
Lebih gampangnya sih bermain kotor-kotoran atau bermain berantakan. Anak-anak paling menyukai ini, tak terkecuali Raisa (4y1m) dan Rafifa (19m). Hampir setiap sore mereka selalu bermain "messy play", terkadang main air atau pasir. Sore ini, kakung (kakek) sedang membetulkan paving depan rumah. Paving dibongkar dan diisi pasir. Jadilah ini mainan yang asyik buat anak-anak. Dengan messy play mereka bebas berkreasi dan berimajinasi. Raisa pura-pura bermain jual beli pasir, sementara Rafifa ditugaskan untuk membeli pasirnya. Raisa menunggu tokonya sementara Rafifa berjalan kesana kemari sembari menenteng ember. Ya...messy play tampaknya memang hanya bermain kotor-kotoran dan terkesan sangat berantakan. Namun, ini adalah salah satu cara mengembangkan krearivitas yang sudah ada dalam diri anak. So..biarkan anak-anak bermain "messy play". Kotor bisa dicuci... berantakan bisa dirapikan kembali. Kudus, 10 Nopember 2017 #day9 #tantangan10hari #Level9 #KuliahBuns...

Imajinasi Saat Bermain

Gambar
Ketika ditinggal Mama mandi, ternyata Raisa menyalakan TV. Biasanya saat sudah menonton TV agak sulit mengajaknya bermain. Akhirnya Mama mengajak Rafifa bermain, lama kelamaan Raisa mengikuti kami dan mematikan TV. "Raisa punya ide mau bermain apa?", tanya Mama "Hmm...apa ya?", jawab Raisa "Gimana kalau main masak-masakan aza ma!", lanjut Raisa. "Oke!" Raisa menurunkan satu persatu box mainan sampai menemukan box yang berisi masak-masakan. Saat menurunkan mainan, Rafifa melihat box yang berisi alat musik. Rafifa ingin bermain dengan alat musik. Akhirnya Raisa bermain masak-masakan dan Rafifa bermain musik. "Ayo Ma, main masak-masakan sama aku!" Selesai memasak berbagai bahan masak, Raisa mengajak makan bersama. Sebelum makan dia mengingatkan untuk berdo'a dulu. Selesai makan, Raisa usul sholat terlebih dahulu tapi harus wudhu dulu katanya. Mama mengusulkan gimana kalau merapikan mainannya dulu. "Ini belum selesai ...

Ide Kreatif Saat Melukis

Gambar
Mama...gimana kalau kita melukis saja!",pinta Raisa "Oke, Raisa mau melukis?" "Iya, Mama...!" Agar tidak bosan karena selama ini melukis menggunakan kertas biasa, Mama punya ide melukis dibatas paper cup cake. Setelah perlengkapan siap, Raisa (4y1m) dan Rafifa (19m) mulai melukis. Awalnya mereka melukis menggunakan kuas, lama-lama Raisa punya ide menggunakan alat lain. "Mama boleh pakai tangan?" "Boleh" Akhirnya Raisa melukis menggunakan jari-jarinya. Cat dioleskan ke seluruh permukaan paper cup cake dengan jari. Rafifa pun mengikuti apa yang dilakukan Raisa. Tak berapa lama memakai jari, Raisa mengambil sedotan. Sedotan dia masukkan kedalan cat lalu dia tiup keatas kertas "Lho ma kok gak bisa?" "Iya karena cat nya kental, diberi air aedikit ya biar agak encer!" Rafifa pun mengikuti apa yang dilakukan Raisa. Mereka bermain sampai puas mengecat beberapa kertas. Anak-anak memang terlahir kreatif. Tugas kit...

Ide Sebelum Tidur

Gambar
Hari sudah malam, saatnya untuk tidur. Sesaat sebelum tidur, Ayah berpamitan mau menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. Raisa yang terbiasa tidur bersama Ayahnya sontak menjadi bingung. "Ya udah dik, yuk kita mainan dulu sambil nunggu Ayah selesai kerjanya!", usul Raisa "Tapi ini kan sudah malam ca, Mama mau tidur". "Ya udah Ma, kita bobokan aja ya, sambil nunggu Ayah". Jika saya paksakan anak-anak tidur, saya akan sulit sekali membuat mereka tidur. Akhirnya saya beri wakti mereka bermain dulu didalam kamar sampai puas. Setelah mereka puas bermain, Rafifa mulai mendekati saya dan minta nenen. Begitupun Raisa, karena tidak ada temennya akhirnya dia ikut tidur bersama kami. Kadangkala memang kita perlu keluar sejenak dari rutinitas yang sudah kita tetapkan. Tidak ada salahnya menghargai ide kreatif anak agar anak merasa lebih dihargai. Kudus, 07 November 2017 #day6 #tantangan10hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative #odopfor99days...

Ide Kreatif Anak-anak

Gambar
Saat Mama sedang setor tulisan lewat Hp dan kakak sedang sholat, Rafifa bermain sendiri. Setelah Mama dan Kakak selesai ternyata Rafifa sedang bermain bedak. Rafifa sedang asyik bermain bedak dengan menaburkan bedak ke wajahnya dan lehernya lalu bedak juga diratakan memgunakan puff. Pagi harinya, Raisa berinisiatif membuat kipas. "Mama, gimana kalau kita buat kipas!" "Kipasnya dikamar ini kan rusak". "Oke, ayo kita buat kipas.dari kertas origami". Akhirnya kami bertiga membuat kipas di kertas origami. Kertas dilipat-lipat lalu diberi selotip, setelah itu diberi sedotan sebagai pegangannya. Taraaa..jadilah kipas Raisa ingin membuat lagi dengan warna kertas yang berbeda. Hmm...anak-anak memang krearif ya, mereka punya ide bermain yang briliant. Kudus, 06 Nopember 2017 #day5 #tantangan10hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative #odopfor99days75

Memakai Masker

Gambar
Ayah sedang kurang enak badan, sehingga saat pergi naik motor Ayah memakai masker. Raisa yang melihat Ayah memakai masker berkeinginan memakai masker yang sama seperti Ayah. Begitupun Rafifa juga ingin memakai masker yang sama. Masker yang Ayah pakai adalah masker dari kertas yang dibeli diapotek sehingga maskernya terlalu besar untuk anak-anak. Namun Ayah sangat kreatif, agar masker muat dikepala anak-anak, Ayah punya ide mengikatkan karet gelang di masker. Akhirnya setelah diberi karet gelang, maskernya cukup dikepala anak-anak. Hari ini, anak-anak belajar bahwa terkadang kita perlu menemukan ide kreatif agar benda yang tadinya tidak bisa kita pakai akhirnya bisa dipakai. Kudus, 05 Nopember 2017 #day4 #tantangan10hari #Level9 #KuliahBunsayIIP #ThinkCreative #odopfor99days74

Pengalaman Belajar Kreativitas di IIP

Gambar
Saat pertama kali tahu bahwa materi 9 bunda sayang adalah tentang kreativitas, yang langsung terbayang dibenak saya adalah tantangan 10 harinya nanti pasti diminta membuat kegiatan yang menumbuhkan kreativitas anak. Daan...ternyata saya salah besaaar Begitu menerima materi 9, saya terkaget-kaget sekaligus terpana karena materi 9 dikemas dengan sangat kreatif dan muatan materinya sangat sederhana, ringkas, jelas dan padat. Dengan materi yang hanya beberapa slide namun tak mengurangi bobotnya yang begitu mengena dan mudah dipahami. Pluss....para fasilitator kece yang menyampaikan materi dengan sangat interaktif mengajak para peserta kuliah bunsay IIP mau tidak mau ikut aktif, meskipun mungkin tidak aktif chat (kayak saya, he..he...) tapi yang pasti ikut aktif berpikir. Paradigma saya tentang kreativitas langsung berubah sesaat setelah membaca judul presentasi. "Bagaimana menumbuhkan kreativitas anak". Ternyata judul itu salah karena bukan kita yang menumbuhkan kreativit...

Kreatif tanpa TV

Gambar
Kami masih mengijinkan anak-anak menonton televisi, dengan dua syarat yaitu hanya menonton kartun dan satu hari hanya boleh menonton satu kali. Kartun kesukaan anak-anak adalah ipin dan upin, yang waktu penayangannya biasanya pagi hari, siang hari dan malam hari. Saya persilahkan Raisa memilih mau nonton pagi atau siang atau malam. Namun, kami kurang suka jika Raisa menonton TV pada pagi hari. Jika pagi hari Raisa sudah menonton televisi biasanya dia akan malas-malasan diajak mandi atau aktivitas lain. Kami lebih suka jika pagi hari Raisa keluar rumah, berjalan-jalan atau sekedar bermain diseputar halaman rumah. Menikmati hangatnya sinat mentari dan sejuknya udara pagi. Karena sudah bisa menyalakan TV sendiri dan dia bisa memilih kapan mau menonton, maka kami punya ide jika pada pagi hari kabel antena TV kami lepas. Sehingga saat Raisa menyalakan TV tidak akan terlihat gambarnya. Jika dia bertanya maka kami akan menjawab TV nya belum bisa kalau pagi hari. Hal ini cukup efektif u...

We Time: Bersepeda Bersama

Gambar
Hari jum'at adalah hari berenang untuk anak-anak. Namun, hari jum'at ini kami absen berenang karena Titi dan Mamata yang biasa menemani sedang libur. Malam sebelumnya kami sampaikan hal ini kepada Raisa, dan tentu saja dia merasa sangat sedih. Raisa menolak keputusan tersebut dan bersikeras tetap ingin berenang. Saya sampaikan Mama akan repot jika tidak ada yang menemani saat berenang. Akhirnya Raisa berangsur menerima keputusan tersebut. Untuk mengobati rasa kecewa Raisa, Ayah punya ide untuk mengganti kegiatan berenang dengan kegiatan bersepeda bersama. Raisa pun setuju dan terlihat senang dengan ide Ayah. Pagi ini, Raisa bangun pagi sekali yaitu 4 pagi. Setelah menunggu  Rafifa bangun dan Ayah menyelesaikan pekerjaannya, kami berempat bersepeda menyusuri sawah yang ditanami tebu dan singkonh. Disepanjang perjalanan Raisa terlihat senang dan sesekali bertanya tentang tanamam yanh ditanam disepanjang sawah yang kami lewati. Menambah kegembiraan, Ayah punya ide lain y...

Habit Training : Berdo'a Sebelum dan Sesudah Melakukan Sesuatu

Gambar
Saat ini, kami sedang melatih kebiasaan berdo'a dengan praktek langsung. Maksudnya tidak hanya sekedar menghapalkan do'a-do'a, tetapi praktek berdo'a beserta artinya sesuai dengan kegiatan harian. Belajar berdo'a yang sedang kami laksanakan adalah berdo'a sebelum dan sesudah makan, berdo'a sebelum dan sesudah bangun tidur, dan berdo'a masuk dan keluar kamar mandi. Anak-anak tentu saja sangat antusias dengan pembelajaran ini. Beberapa do'a Raisa (4y) sudah hapal, namun belum dengan artinya. Do'a yang Raisa sudah hapal adalah doa sebelum dan sesudah tidur, do'a sebelum makan dan do'a masuk kamar mandi.  Sedangkan Rafifa (19m) baru bisa menirukan dengan komat kamit dan mengucapkan "Aamiin". Agar anak-anak lebih mengerti makna do'anya. Maka kami berdo'a disertai artinya. Nah...tantangannya, mama belum hapal semua do'a beserta artinya. Setiap kali mulai berdo'a dan sampai pada artinya, mama seringkali lupa. ...