Postingan

Menampilkan postingan dengan label kekuatan berpikir positif

Jangan Remehkan Kebaikan Kecil

Gambar
"Mbak tulisannya bagus", begitu isi pesan wa dari nomer yang tidak saya kenal. Membuat saya terkejut di pagi buta. Terkejut sekaligus senang.  Penasaran siapa yang mengirim pesan tersebut, saya telusuri satu persatu nomor wa di salah satu grup tempat saya membagikan tulisan saya semalam. Masyaallah benar, pesan tersebut dari salah satu teman di grup. Meskipun satu grup, kami jarang bahkan hampir tidak pernah berkomunikasi secara intens. Jadi, bisa saya bilang, teman ini adalah teman baru bagi saya. Teman baru yang baik. Yang tak pelit memberikan pujian pada seseorang yang bahkan belum dikenalnya secara langsung. Namun, dampak kebaikannya memberikan suntikan semangat kepada seseorang yang sedang patah arang dalam menulis, yaitu saya. Saya yakin, Beliau tidak akan menduga bahwa kebaikan (yang mungkin baginya sepele ini) memberikan dampak yang cukup besar bagi saya.  Semangat menulis saya kembali membara. Kepercayaan diri saya dalam menulis kembali pulih....

MEMETIK HIKMAH DARI SETIAP PERISTIWA

Gambar
"Assalamualaikum..."  Suara-suara kecil saya dengar dari balik pintu saat kami hendak bersiap tidur siang. Ahh... Ternyata ada tamu. Seorang teman dekat bersama ketiga bocah kecilnya.  Dalam hati saya membatin... "Aduh nggak tepat banget nih datangnya, kirain ntar malam, tapi ya sudahlah..." Alhamdulillah ada teman yang bermain meskipun niatan istirahat siang harus kami urungkan.  Pertemuan terakhir kami dua bulan yang lalu, sehingga banyak sekali cerita yang mengalir. Sementara kami bercerita, anak-anak makan snack yang mereka bawa. Remahan snack bertebaran dimana-mana. Belum lagi bocoran "ompol" di lantai dan di kursi. Hmmm... Saya hanya bisa tersenyum.  Hari itu sebenarnya saya berencana membersihkan rumah untuk persiapan acara "besar" di rumah esok hari. Sehingga, kedatangan mereka meskipun membuat saya senang tapi juga membuat saya sedikit "Ahh... Kenapa datangnya tidak nanti malam saja sih, kenapa harus siang...

Menjadi Ibu, Sarana untuk Memperbaiki Akhlak

Gambar
Setelah kurang lebih 4 tahun 10 bulan menjalani peran sebagai orangtua atau lebih tepatnya ibu, saya merasa bahwa peran ini adalah tentang diri sendiri. Dan ungkapan yang mengatakan bahwa "Musuh terbesar adalah diri kita sendiri" terbukti disini. Bagaimana tidak, menjalani peran ibu sama artinya mengelupas "borok" diri, menguak sisi gelap dan sisi terang diri kita sekaligus.  Benarlah anjuran agama, menikahlah dengan orang yang berakhlak baik. Setidaknya orang yang sudah memiliki akhlaq yang baik akan lebih mudah menjalani perannya sebagai ibu.   Misalnya tentang mengelola emosi, setidaknya orang yang sudah mampu mengelola emosi dengan baik akan jauh lebih mudah menghadapi runsingnya anak-anak setiap hari, cueknya suami atau ketusnya mertua.  Setidaknya saat kondisi tidak sesuai dengan yang diinginkan, ia mampu menahan diri untuk tidak berpikir negatif, marah-marah atau mengomel. Namun, bukan berarti yang belum bisa mengelola emosi menjadi tidak layak untuk m...

Belajar menjadi orangtua sepanjang hayat

Gambar
Pelajaran dapat kita peroleh dari siapapun, dari manapun dan kapanpun. Termasuk pelajaran parenting. Setiap keluarga unik dan memiliki pengalamannya masing-masing. Dari setiap keluarga, setidaknya kita bisa mendapat satu pelajaran penting yang bisa kita terapkan dalam keluarga kita. Dan pelajaran - pelajaran parenting ini yang saya dapatkan dari beberapa keluarga saat mudik. Sempat “marah” pada diri sendiri karena tak juga kunjung pintar mengasuh anak meskipun sudah membaca banyak buku. Tak urung membuat saya stres, kecewa dan hampir saja menyerah mendidik dan mengasuh anak-anak sendiri. “Menyerah” dalam artian “Ya sudahlah sebisanya saja, nggak usah aneh-aneh, apa adanya saja”. Terombang - ambing dalam berbagai macam teori pendidikan dan parenting. Yang ini bilang baik, yang sana bilang ini lebih baik. Baiknya ini, baiknya itu. Yang seperti itu salah, baiknya ini. Rasanya apa yang saya lakukan kok gak bener-bener, ada aja kurangnya. Pun ditambah kok saya juga belum bisa “memperlak...

Fokus Pada Diri Sendiri

Gambar
Salah satu dampak berpikir negatif adalah membanding-bandingkan, baik menbandingkan diri sendiri saat zaman old dengan diri sendiri zaman now atau membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Dan dua-duanya saya lakukan akhir-akhir ini, sukses membuat diri galau, merana, merasa tak berguna, dan merasa gagal. Saya yang dulu bisa melakukan banyak hal yang saya suka dengan tanpa batas waktu, sekarang harus berbagi waktu dengan banyak hal mulai dari urusan rumah, suami dan anak-anak. Tak urung target yang saya canangkan hanya menjadi pajangan saja di atas wastafel, hanya dua tiga to do list yang bisa dilakukan sehari. Dan ini membuat saya merasa gagal. Pikiran negatif menghinggapi laksana bisul yang siap meletus. Walhasil pikiran negatif menjadikan semangat saya untuk berkarya kian menurun, terlebih setelah membandingkan diri dengan orang lain. Saat melihat di medsos bertebaranlah orang-orang yang sukses menebar manfaat untuk sesamanya, yang gigih menelurkan karya. Melihat se...

TIMING

Gambar
#day4 - Dalam hidup manusia tidak bisa untuk “tidak melakukan apa-apa” terus menerus. Ada tanggung jawab yang harus diselesaikan juga… Jadi, kapan waktu terbaik untuk “tidak melakukan apa-apa?” Waktu terbaik saya untuk "doing nothing" adalah saat pikiran sudah kalut, hati tak tenang, grasa grusu, bingung mau ngapain. Hal ini biasanya terjadi saat "to do list" harian saya tidak terlaksana dengan baik. Akhirnya yang saya lakukan adalah diam sejenak, duduk manis kalau memungkinkan ya menyepi masuk kamar, kalau tidak ya duduk diam saja dimanapun saya berada. Meskipun suasana di luar diri sangat riuh karena anak-anak yang masih riang gembira bermain, saya berusaha pikiran dan hati saya tenang dan senyap. Biasanya setelah moment "doing nothing" ini, saya akan kembali menemukan prioritas, apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu agar "to do list" harian tetap terlaksana. “Trust the timing of your life”  #7days #ARTmazingchallenge #sac13 ...

CONSEQUENCES

Gambar
#day3 - Bagi beberapa orang saat “tidak melakukan apa-apa” justru disanalah mereka merasakan bertumbuh atau berkembang. Yuk, sharing pengalaman Anda saat Anda tidak melakukan apa-apa! Dan, apa konsekuensinya untuk Anda bahkan lingkungan? Setelah memutuskan "di rumah saja" setelah sempat bekerja selama beberapa tahun, sebetulnya saya merasa "doing nothing" untuk 4 tahun terakhir ini. Merasa tidak melakukan apapun, sesuatu yang berarti baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Meskipun awalnya sangat berat harus menerima konsekuensi dari "doing nothing" ini diantaranya tidak memiliki kegiatan yang "berarti" dan tentu saja harus kehilangan teman dan kolega. Benar-benar menyepi dalam kesendirian, menepi dari hingar bingar karir. Namun pada akhirnya saya merasakan ada konsekuensi positif dari "doing nothing" yang saya alami. Saat diri berada pada kondisi tenang, tanpa tuntutan untuk melakukan "sesuatu", saat saya merasa...

BALANCE

Gambar
#day2 Keseimbangan dibutuhkan dalam setiap hal. Kegiatan yang menyita energi harus diimbangi dengan istirahat. Kegiatan yang menyita fikir juga harus diimbangi dengan kegiatan yang menyenangkan. Dan caraku untuk tetap seimbang dalam hidup adalah dengan menyeimbangkan "we time" dan "me time". Meskipun seimbang bukan berarti harus sama persis porsinya. Tapi yang jelas setiap hari aku harus punya "me time", waktu yang bisa kugunakan untuk menyenangkan dirku sendiri dengan cara yang kusuka. Entah dengan tidur, membaca buku atau menulis.  #7days #ARTmazingchallenge #sac13 #sac#DoingNothing #odopfor99days63

PAUSE

Gambar
#day1 - PAUSE Banyak manusia terjebak pada rutinitasnya. Melakukan setiap hari dan lupa untuk berhenti sejenak, tidak melakukan apa-apa. Apa sebenarnya arti dari “tidak melakukan apa-apa”? Bagaimana “tidak melakukan apa-apa” versi Anda?  Doing nothing versi saya adalah memperlama duduk setelah sholat...diam sejenak...menikmati sekelebat apapun pikiran yang terlintas. Biasanya ini bisa saya lakukan selepas sholat tahajud atau sholat shubuh. Menikmati damainya anak-anak yang masih terlelap. Menikmati sejuknya udara pagi. Biasanya ide-ide akan bermunculan saat ini. Doing nothing kedua versi saya adalah membersamai anak-anak dan memberikan mereka kebebasan untuk melakukan apapun yang mereka suka tanpa saya ikut campur didalamnya. Duduk diam dan hanya memperhatikan. Tapi ini biasanya juga tidak berlangsung lama, tidak dalam hitungan menit mereka sudah pasti akan "menyeret" saya untuk "bergabung" bersama mereka. Doing nothing ketiga yang "agak mahal"...

"Self Healing" untuk Hidup yang Lebih Bermanfaat

Gambar
Ada sejumput rasa sedih dan kecewa ketika tulisan yang ku update hanya mendapat sedikit like dan komentar. Apalagi jika tulisan temanku di like dan di komentari oleh teman2 kami sementara punyaku tidak. Ho..ho..ho...ada apa denganku? Rasanya aku masih ingin menunjukkan eksistensiku sebagai penggiat PAUD pada teman2 ku dulu dengan berbagi pengalaman dan tips tentang anak agar keberadaanku tetap diakui dan "dilihat" oleh teman-temanku yang dulu. Ternyata luka "kehilangan" itu belum sembuh. Rasa ingin dihargai, dibutuhkan, dimanfaatkan masih cukup kuat ada dalam diriku. Dan itu yang membuatku sering kecewa dan sedih ketika harapan dihargai dan diperhatikan itu tak lagi kudapatkan. Rasanya cukup menyakitkan menghadapi kenyataaan bahwa sekarang aku tidak cukup berharga dihadapan teman2 ku dulu. Aku yang dulu sempat menjadi "someone" sekarang tidak lagi menjadi apapun. Ya  Allah perasaan sombong apa ini. Ampuni hamba Ya Allah... Tidak...tidak...sebet...

Mau Tetap Bersemangat Setiap Hari? Ciptakan Kegiatan Baru!

Gambar
Konon katanya, kalau mau bersemangat setiap hari, buatlah satu kegiatan baru yang berbeda setiap hari. Ciptakanlah kegiatan baru, tambahkanlah dalam to do list harianmu. Rutinitas tentu tak bisa ditinggalkan, karena kalau ditinggalkan akan amburadul semuanya, apalagi sebagai ibu tanpa ART yang harus mengurusi semua tetek bengek rumah tangga sendiri. Rutinitas memasak misalnya, meskipun setiap hari memasak menu yang berbeda dengan cara yang berbeda, tapi judulnya tetap saja "uplek-uplek" di dapur. Kegiatan ini bolehlah sekali-kali ditinggalkan, dengan konsekuensi yang menyertainya. Karena perut harus diisi agar tulang punggung tetap tegak, membeli masakan matang menjadi solusi. Solusi sementara karena kalau tiap hari beli juga jadi bosan, belum nutrisinya bagaimana, apalagi kondisi dompetnya, wk..wk... Mencuci dan menjemur baju, aktivitas rutin yang juga tidak boleh ditinggalkan, ditiadakan sehari aza tidak apa-apa, tapi kalau lebih dari itu, rumah akan penuh gunungan b...

Anger Manajement

Gambar
Mulutmu harimau mu, ungkapan itu benar banget. Dan saya merasa sedih sekali, kenapa setiap kali marah saya belum bisa mengontrol kata-kata yang keluar dari mulut saya. Yah...saya masih berkutat dengan anger management. Entahlah...2 hari ini saya merasa kesulitan mengontrol emosi saya, padahal ini bulan puasa. Setiap kali marah, ada dorongan dalam diriku untuk mengatakan apa yang kurasakan. Aku ingin orang yang aku marahi tahu kenapa aku marah.  Di satu sisi ini bagus, agar tidak ada emosi yang kupendam. Tapi di sisi lain, kata-kata yang keluar dari mulut sulit sekali dikontrol.  Dan sayangnya, lontaran emosi kemarahan itu hanya bisa aku ungkapkan kepada orang-orang terdekatku saja, semisal suami, anak, bapak, dan sahabat terdekat. Contohnya beberapa hari yang lalu, saat membeli bakso. Entah kenapa mbak penjual bakso ini lama sekali melayani saya, hampir 30 menit untuk pesanan bakso yang tidak seberapa. Usut punya usut ternyata dia menggabungkan pelayanan saya dengan ora...

Re Komitmen

Gambar
Saya sedang galau. Beberapa hari ini rasanya saya sedang tidak bersemangat, tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Padahal aslinya banyak hal yang ingin saya lakukan. Tapi tak satupun terselesaikan, diantaranya : 1. Satu hari satu tulisan. Menulis membuat saya relaks, semacam self healing untuk diri saya, selepas menulis rasanya pikiran dan perasaan menjadi lega. Tapi entah, beberapa hari ini ide menulis saya mampet. Ada sih ide menulis tapi hanya sampai judul dan paragraf pertama, selanjutnya mandek, gak tahu bingung mau nulis apa. Sampai semalam saya mendapat sebuah kesimpulan, bahwa ide menulis dan mengalirnya kata dalam tulisan saya selama ini datangnya dari Allah, semata-mata bukan karena briliannya saya atau pandai saya merangkai kata-kata tetapi karena Allah telah mengilhamkan ide dan pengembangan tulisan saya. Berkaitan dengan itu, beberapa hari ini saya akui, saya agak "jauh"dari Allah, sholat tidak khusyu, jarang membaca Al-Quran dan melaksanakan amalan-amalan...

Manajemen waktu

Gambar
Waktu berjalan begitu cepat, hari berganti hari bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Rasa-rasanya tidak banyak yang ku lakukan dalam hidupku, selain rutinitas harian. Rasa-rasanya aku belum memanfaatkan waktu yang diberikan Allah untukku. Rasa-rasanya masih banyak waktu luang yang belum aku manfaatkan. Target pekanan yang aku buat hanya menjadi pajangan saja. Baru teringat setelah akhir pekan, dan membuat rasa bersalah semakin menjadi-jadi. Tampaknya aku memang harus belajar ulang memanage waktu ku, agar tidak hanya pekerjaan rutinitas saja yang kulakukan tapi juga bisa melakukan pekerjaan yang produktif. Dan ini caraku memanage waktu : 1. Menentukan prioritas Prioritas utama dan pertama saya adalah anak-anak. Tugas utama saya saat ini adalah mengasuh dan mendidik mereka.  2. Membuat daftar pekerjaan rutinitas dan pekerjaan produktif Rutinitas :memasak, mencuci menjemur, menyiapkan buah dan snack, bersih2 rumah, menyiram bunga Produktif : membersamai anak saat ...

Apa yang menghambatmu menulis ?

Gambar
Harus kuakui bahwa menulis itu ternyata sangat menyenangkan. Ada rasa bahagia dan lega setelah menulis. Setiap kali menulis entah curhatan ataupun praktek parenting yang telah kujalankan rasanya senang sekali. Pikiranku seringkali dipenuhi dengan lintasan ide2 menulis, saat menemani anak bermain, saat menjelang tidur atau bangun tidur, saat di kamar mandi bahkan saat mencuci piring. Lintasan2 ide itu menyeruak, menjejali pikiranku dan minta dikeluarkan dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Sayangnya, lintasan2 ide itu seringkali berakhir hanya dengan judulnya saja, karena kadang aku terlalu banyak berpikir sebelum menulis. Padahal ada nasihat yang sangat bijak, "kalau mau mahir menulis ya menulis saja, tidak usah terlalu banyak berpikir dan mengkoreksi". Mungkin inilah salah satu kelemahan yang harus aku perbaiki dalam menulis yaitu terlalu banyak berpikir dan mengkoreksi dalam menulis. Hambatan lain yang membuatku lambat dalam menulis adalah seringnya aku berpikir u...

Mengharapkan yang jauh, melupakan yang dekat

"Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Disebut sumber kekuatan karena ia membantu Anda memikirkan solusi sampai mendapatkannya. Dengan begitu Anda bertambah mahir, percaya dan kuat. Disebut sumber kebebasan karena dengannya Anda akan terbebas dari penderitaan dan kungkungan pikiran negatif serta pengaruhnya pada fisik"' (Dr. Ibrahim Elfiky) Salah satu tradisi orang kudus saat ada bayi lahir adalah memberikan souvenir (balenan) bagi tamu yang datang menjenguk bayi. Pagi itu, sekalian jalan2 di CFD kami mampir sebentar ke salah satu supermarket yang ada di alun2 untuk melihat2. Ternyata pas kebetulan ada diskon barang pecah belah di supermarket tersebut. Karena HPL sudah dekat, kami putuskan untuk sekalian membeli souvenir untuk kelahiran bayi kami nanti. Akhirnya setelah menghitung jumlah kira2 tamu yang datang, mulai tetangga sampai teman2 suami, jadilah kami membeli mangkuk sebagai souvenir.  Tiba2 mata saya tertuju pada gelas kekinian atau ...