Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mengikat Makna

Bertakawal Kepada Allah

QS Luqman:22 "Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang pada buhul (tali) yang kukuh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan." Allah tempat bergantung, kenapa mesti khawatir. Mengambil sisi positif dari setiap kejadian. Allah tidak suka kita bergantung atau berharap sama manusia. Bahkan ketika harapan itu sebenarnya memiliki tujuan yang baik. Yaitu, ingin bekerja bersama membuat sebuah perubahan. Melakukan kebajikan. Tapi ketika terselip sedikit saja rasa harap pada manusia bisa membantu kita, maka Allah tidak ridho. Cukuplah berharap kepada Allah saja. Biarlah Allah yang membantumu. Ketika ada masalah yang harus dilakukan pertama kali adalah berdoa meminta petunjuk Allah. Bukan meminta pertolongan kepada manusia. Biarlah Allah yang mendatangkan bantuan-Nya. Secara langsung atau tidak langsung, entah melalui tangan siapa. Biarlah Allah yang menentukan. Meminta pertolongan Allah, sebena...

Belajar Menjadi Bijaksana

Alkisah seorang pemuda menemui seorang bijak.  Lalu dia berkata,“Pak, saya sudah memiliki banyak kemampuan dan ilmu tolong sekarang beritahu saya, apa yang harus saya pelajari yang belum saya ketahui?” Lalu Sang bijak menggambar sebuah lingkaran dan bertanya kepada si pemuda, “sadar?”. “Ya sadar”. Lalu dia menggambar lingkaran lagi dan bertanya, “sadar?”.  “Ya sadar”, jawab si pemuda. “Apa maksud anda Pak? saya sudah tahu anda menggambar lingkaran “. Sang bijak diam saja dan menggambar lingkaran lagi, “sadar?”. “Iya saya sadar!”, jawab si pemuda sambil marah-marah. “Sekarang mundurlah satu langkah!”. Dan si pemuda menuruti perkataan sang bijak untuk mundur satu langkah dan dia pun terperosok ke dalam lubang. “Apa yang telah anda lakukan?” “Apa maksud anda dengan menggambar lingkaran-lingkaran tersebut ? Apa artinya?” Sang bijak dengan tenang berkata. “Lingkaran pertama adalah kesadaran tentang pikiranmu”. “Lingkaran kedua adalah kesadaran tentang tantanganmu”....

Belajar Menjadi Ibu yang Totalitas dari Ibu Septi Peni Wulandani

Gambar
Malam ini saya mengikuti webinar bersama Ibu Septi Peni Wulandani, founder IIP. Temanya tentang keluarga multimedia. Materi yang disajikan tentu saja menarik, namun ada hal yang jauh lebih menarik bagi saya. Yaitu, bagaimana ibu Septi menjadi seorang ibu yang membersamai anak-anakmya bertumbuh dan berkembang, memfasilitasi mereka belajar, begitu totalitas. Beliau bercerita, diawal-awal tahun 2000-an setiap hari  Bu Septi mewajibkan diri pergi ke warnet selama 15 menit agar bisa mengupdate teknologi dengan membawa serta kedua putrinya dan seorang putranya yang masih harus digendong. Beliau belajar tentang teknologi terkini agar mampu memfasilitasi putra-putrinya dengan baik. Saya bisa membayangkan kepayahan seorang ibu menggandeng 2 putri yang masih kecil dan mengendong seorang bocah. Buat apa coba? Berpayah-payah pergi ke warnet untuk belajar, tentu itu semua butuh antusiasme yang tinggi dan niat yang kuat untuk terus meningkatkan kemampuan diri sebagai ibu. Beliau mengupdat...

Buah dari Sebuah Kesombongan

Gambar
Allah tidak menyukai sebuah kesombongan, bahkan hanya sebesar biji selasih pun Allah tidak suka, semua sudah tahu itu. Tapi meskipun sudah tahu, belum tentu mampu melakukannya. Kadang juga tidak ada niatan hanya terselip dari rasa. Saya pun mengalaminya. Suatu hari, adik ipar bercerita tentang rumahnya yang banyak tikus. Bahkan dalam beberapa hari dia menangkap (menjebak) 12 ekor tikus termasuk anak-anaknya yang masih bayi. Selain bergidik jijik dalam hati saya membatin, "Alhamdulillah rumahku tidak ada tikus, aman wis pokoknya, tidak mungkin ada tikus". (Kesombongan 1) Dan pada satu waktu saya menemukan mangga yang saya letakkan di dapur ada bekas gigitan. Saya tepis segala pikiran yang mengarah bahwa itu adalah gigitan tikus. "Ahh...Mungkin ini kadal atau kecoa", pikir saya. Ayah bersikeras kalau itu adalah gigitan tikus. Tapi saya tetap menyangkal, "tidak mungkin Yah, tidak ada tikus di rumah kita, tikus sawah kan tidak bisa naik tembok". Rumah ...

SILENCE

Gambar
#day5 - Kadangkala orang sibuk bicara dihadapan orang lain untuk membuktikan kemampuan diri. Dalam DIAM, ia memiliki waktu untuk memikirkan lagi siapa dirinya. Itu mungkin sebabnya banyak orang tidak tahan diam, karena ia sadar bahwa ia bukan siapa-siapa. Anak-anak yang mengajari saya untuk lebih banyak "diam". Saat mereka berbicara, bercerita sambil duduk di pangkuan. Merasakan detak jantungnya, melihat kedalam jernihnya matanya, melihat bibir mungilnya, ada damai dalam jiwa. Lalu kami saling berpelukan, dan ada senyum mengembang di bibirku. Priceless.. “However imperfect we are, HE writes beautifully” #7days #ARTmazingchallenge #sac13 #sac #DoingNothing #odopfor99days65

Mau jadi ibu?

Gambar
Cobalah tanya kepada anak2, mau jadi apa nanti setelah dewasa. Sebagaian dari mereka ada yang menjawab menjadi dokter, menjadi guru, presiden, dll....kalau anakku sendiri jawabnya jadi anak shalihah, he..he... Pun diriku...saat ditanya pingin jadi apa...aku pingin jadi psikolog ( ini pas SMA) dan alhamdulilah keturutan kuliah psikologi meskipun saat ini belum jadi psikolog, he..he.. Tak pernah terpikir dalam benakku, sejak kecil, saat remaja, saat menjelang dewasa, saat sudah dewasa sekalipun ( ini kalo dilihat dari usia ya), bahwa profesi utamaku suatu saat nanti adalah menjadi ibu. Menjadi ibu....ya...menjadi ibu... Menjadi seorang ibu seolah menjadi sebuah keniscayaan, ketika menikah lalu dikarunai anak, secara otomatis kita dipangggil ibu...tak perlulah sekolah ini itu, menikah, dikaruniai anak maka kau akan menyandang gelar sebagai "ibu". Coba bandingkan, jika ingin jadi dokter, guru, perawat, psikolog, pengacara atau profesi yang lain maka ada tahapan atau jenja...