Aliran rasa komunikasi produktif
Komunikasi produktif atau saya lebih mengenalnya sebagai komunikasi efektif sesungguhnya bukan hal baru buat saya. Dulu...saat masih bekerja menjadi guru PAUD, materi ini sering saya terima dan praktekkan bersama dengan teman2. Namun, bukan berarti setelah menikah dan dikaruniai anak komunikasi produktif lantas menjadi mudah saya praktekkan. Kenyataannya, berbicara dengan nada suara tinggi, berbicara dengan kata2 negatif masih sering saya lakukan. Menerima kembali materi komunikasi produktif di kelas bunda sayang, seolah menjadi angin segar untuk saya berubah menjadi lebih baik sebagai individu, istri dan ibu. Kalau hanya membaca materi, meskipun sudah saya baca berulang2, saya yakin akan menguap begitu saja. Yang paling menyenangkan dan mencerahkan adalah membuat narasi dari praktek komunikasi produktif yang sudah dilakukan. Nah...disinilah tantangannya, setiap hari saya harus memperhatikan dengan jeli komunikasi yang saya lakukan, sudah sesuai atau belum dengan kaidah komuni...