Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kekuatan Bersyukur

Priority Things First

Gambar
Chat WA dari seorang teman yang berencana ikut pelatihan bersama-sama. "Bukk...mau curhat...tapi balesinnya besok pagi gpp..kan ini lagi ribet masak-masak kan buk..." " Kemungkinan terburuk kalo memang belum memungkinkan kayaknya saya cancel mudik salatiga dan solo  nya..otomatis terpaksa nggak ikutan pelatihan..semoga nggak kaya gini yaa Allah...😭😭 "Minta doanya buk..supaya Raffan lekas baikan..dan atas ijin Allah saya bisa mudik dan bisa ikut pelatihan..*saya pengen bangett buk ikut pelatihan itu".😭😭 "Makasih buk nurul..saya cerita duluan bukan mau mendahalui Gusti Allah..biar ibuk jg nggak gelo jg kalo saya nggak bisa ikut pelatihan...😭"  Rencana mengikuti pelatihan yang sudah kami rencanakan bersama- sama terancam batal.  Kecewakah saya? Tidak. Priority things first. Prioritas yang harus diutamakan. Bagi seorang ibu. Prioritas utamanya adalah anak. Hal lain. Sepenting apapun bisa dikesampingkan. Tujuan kami mengi...

Bahagia Walau Tanpa THR

Gambar
Sebanyak Rp. 95,8 milyar digelontorkan PT Djarum untuk membayar THR para karyawannya. Begitu isi sebuah berita. Sebagai seseorang yang tidak pernah lagi menerima THR saya hanya bisa tersenyum kecut. Banyak ya... Ya iyalah karyawan Djarum juga banyak. Tapi ikut senang lah buat mereka. Pasti rasanya bahagia sekali bisa menerima uang THR dan membelanjakannya untuk keluarga tercinta. Dulu, saya juga pernah menerima THR. Terakhir 7 tahun yang lalu. Saat masih bekerja. Senang sekali dapat THR. Seperti dapat uang tambahan, yang bisa untuk belanja kebutuhan menjelang hari raya. Setelah menikah dan tidak lagi bekerja, otomatis THR hanya sekedar mimpi. Karena, meskipun dapat uang belanja dari suami rasanya tetap berbeda. Awalnya saya sedikit  jetlag, saat pertama kali hari raya tanpa THR. Rasanya ada yang hilang karena nggak pegang uang sendiri buat belanja kebutuhan hari raya. Sedih bercampur nelangsa. Apalagi suami termasuk tipe yang nggak terlalu heboh menyambut hari raya. Biasa...

Stop Comparing

Gambar
Pagi itu rasanya seperti mengalami kekalahan besar. Saat melihat seorang tetangga berangkat kerja dengan baju yang rapi mengendarai mobilnya sendiri. Beliau tersenyum saat menyapa. Ahh... Manisnya. Saya membalas senyumnya tapi seperti ada rasa kecut di dalam hati. Entah apa yang saya rasakan tapi rasanya seperti baru saja mengalami kekalahan besar. Ya... Rasa itu muncul lagi. Rasa betapa tidak berharganya diri. Pagi hari saat orang lain begitu rapi dan terlihat keren berangkat bekerja dengan mengendarai mobil sendiri. Sementara saya, masih bau bawang brambang, kucel berjalan menuju warung untuk membeli bahan memasak yang tidak ada di rumah. Ah... Rasanya sungguh... Entahlah... Sehari sebelumnya, perasaan yang hampir sama juga muncul. Saat itu saya sedang mengikuti kegiatan main anak. Sementara anak-anak bermain, orangtua dikumpulkan tersendiri untuk mengikuti acara sharing kesehatan anak.  Seperti biasa, saat di forum saya akan duduk paling belakang atau dipojokan. Ketika yang ...

Suami Pilihan Allah

Gambar
Curhatan mamah-mamah kalau ketemu pasti seputar anak-anak, suami dan masak memasak. Kali ini tentang suami. Mama 1 : Alhamdulillah kalau suamiku tuh mau bantuin pekerjaan rumah, nyapu, ngepel, nyuci baju, jemur baju, buang sampah deelel... Mama 2 : Waah..kalau suamiku mana mau seperti itu, tapi dia mau lho bantuin aku masak dan masakannya lebih enak dari masakanku. Mama 1 : kalau suamiku mau si bantuin masak, tapi goreng telur aza gosong… Mama satu lagi curhat… “suamiku tuh kalau di suruh sholat ntar-ntar, apalagi kalau suruh ke masjid alasannya banyak banget, padahal tuh ya...kita kan pinginnnya punya suami yang rajin ibadahnya, jadi imam yang baik buat kita. Tapi sebenarnya dia juga baik, sering kasih diskonan buat pesenan teman, katanya nggak papa bisa bantu meringankan dikit-dikit". Wkk...wk...tawapun pecah, menyadari bahwa masing-masing suami kita memilki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Suami, saya percaya adalah seseorang yang dihadirkan Allah un...

Mama, Kapan Kita Meninggal?

Gambar
Suatu siang saat menikmati semilir angin diteras rumah, Raisa bertanya kepada Mama, R :"Mama, kapan kita meninggal?" M :"Mama nggak tahu Ca" R :"Kok Mama nggak tahu?" M :"Iya, Mama nggak tahu karena itu rahasia Allah" R :"Mama baca buku tho, biar tahu!" M :"Dibuku tidak ada Ca, karena hanya Allah yang tahu kapan kita meninggal!" Raisa terdiam, diam dalam ketidakpuasan atas jawaban Mamanya. Sampai beberapa saat dia masih mengulang pertanyaan yang sama, dan dia masih mendengar jawaban yang sama dari Mamanya. Pertanyaan yang membuat hati Mama berdesir. Dan pada akhirnya, kami sama-sama terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Hari-hari sebelumnya dia bertanya tentang sakit dan sehat, R :"Mama, kenapa kita sehat?" M: "Karena Allah kasih kita sehat!" R :"Kenapa kita sehat terus Ma, kenapa nggak sakit?" M :"Ya...karena Allah kasih kita rezeki sehat Ca, sehat itu rezeki dari...

Mensyukuri hidup

Gambar
Kemarin lusa saya mendapatkan kesempatan bertakziah ke rumah sahabat saya. Ibunya meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit karena tumor otak. Saya bisa merasakan kesedihan mendalam yang dirasakan sahabat saya dan keluarganya. Kehilangan anggota keluarga bukanlah hal yang mudah, terlebih pada bulan Ramadhan saat menjelang lebaran tentu lebih terasa menyedihkan. Rumah tidak akan sama seperti dulu. Tidak ada lagi sosok ibu yang selalu menyiapkan hidangan berbuka dan sahur. Tidak ada lagi sosok ibu yang membangunkan kala sahur Tidak ada lagi sosok ibu yang membuat sendiri kue-kue kering nan lezat Tidak ada lagi sosok ibu yang memasak masakan istimewa saat hari raya tiba Tidak ada lagi sosok ibu yang membuat ketupat dan dibagi-bagi ke tetangga Rasa kehilangan itu baru terasa saat orang yang kita sayang pergi. Saat mereka masih ada, semua itu menjadi hal yang biasa saja. Setelah ibu pergi, ternyata sayur asem dan sambalnya adalah masakan terenak sepanjang mas...

My lovely cousins

Gambar
Salah satu kenangan manisku adalah bersama mereka, saudara2 sepupuku. Dulu, perjuangan banget bisa ngumpul sama mereka. Kita ngumpul setidaknya satu tahun sekali pas lebaran. Kenapa perjuangan banget? Untukku yang pemabuk (mabuk darat maksudnya, he..he..), naik bis itu traumatik banget, bayangin bis nya aza udah berasa mual perut ini. Jangankan jember yang harus melewati gunung mrawan yang berkelok2, ke kalibaru yang jalannya lempeng aza pasti mabuk. Namun, itu tak mengurangi antusiasmeku sebagai anak2 untuk berkumpul dengan saudara2 sepupuku. Sebagai anak tunggal, ngumpul rame2 sesama sebaya itu sangat menyenangkan. Ibu ku juga tak kalah heboh, setiap lebaran beliau selalu membuat madu mongso untuk dibagi2 dengan kakak dan adiknya. Tak lupa beliau juga membuat tape ketan kesukaan pakde terutama airnya (badek tape). Waktu itu saya selalu "ngrundel", karena tiap kali membuat madu mongso seisi rumah pasti penuh bau asap, and i'dont like it (hiks..hiks..). Ternyata hal ...