Postingan

Kisah Tentang Hujan

Gambar
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00, saatnya anak-anak tidur. Seperti biasa sebelum tidur, Mama bercerita dulu. Kalau hari biasa pakai buku, malam ini agak berbeda, Mama mau mendongeng menggunakan boneka tangan. Boneka tangan yang diambil Mama adalah Mio si kucing dan Kucil si kuda. Bisa diduga, Raisa (4y) dan Rafifa (20m) sangat antusias. Saat Mama mulai duduk di kasur, Raisa mencegahnya. “Mama berdiri disini!”, katanya sambil menunjuk ke sisi kasur. “Mama mendongeng sambil berdiri ni”?, tanya saya memastikan. “Iya", jawab Raisa. Baiklah...Mama akan mendongeng sambil berdiri, sementara anak-anak duduk manis diatas kasur. Mama mulai mendongeng sambil memegang Mio dan Kucil. “Halo Raisa dan Rafifa, namaku Mio, dan kalau aku Kucil". “Brrr…dingin sekali ya kucil, aku sangat kedinginan", kata Mio. “Iya...hari ini hujan turun deras sekali, aku juga kedinginan Mio!”, jawab Kucil. “Kenapa Allah menurunkan hujan ya?”, tanya Mio “Allah menurunkan hujan supaya...

Stop Worrying!

Gambar
#day4 Dan bisa jadi kita tidak segera MOVE ON karena kita khawatir akan sesuatu? Ekspresikan sesuatu untuk segera melepaskan kekhawatiran itu! Saya khawatir tidak menjadi apa-apa. Tidak menjadi siapapun. Tidak dikenang sebagai apapun. Tidak cukup meninggalkan jejak yang baik dan dikenang baik didunai ini. Tidak memiliki cukup bekal untuk menghadapNya kelak. Lalu mau menjadi apa? Mau dikenang sebagai siapa? Jejak seperti apa yang mau ditinggalkan? Bekal seperti apa yang mau dikumpulkan? Apakah dengan menjadi seseorang yang memiliki banyak teman dan dikenal banyak orang? Apakah dengan menjadi seseorang yang memiliki pekerjaan mentereng bergaji selangit? Apakah dengan menjadi seseorang yang memiliki titel pendidikan yang berderet? Apakah dengan menjadi seseorang yang sekolah dan tinggal diluar negeri? Apakah dengan menjadi seseorang yang memdapatkan sanjungan dan tepuk tangan banyak orang? Atau... Apakah dengan menjadi seseorang yang bermanfaat bagi banyak orang atau mun...

Trust The Process

Gambar
#day5 Seringkali manusia fokus pada hasil yang mereka harapkan sendiri. Hal ini membuat lupa pada PROSES yang terjadi. Insight apakah yang Anda dapatkan? Memang seringkali saya tidak sabar dengan proses, karena keinginan untuk segera menikmati hasilnya. Tapi sebenarnya kalau dipikir-pikir justru dengan menikmati proses, saya mengalami banyak rasa, rasa senang, bahagia, gembira, sedih, kecewa, antusias, calm down, semangat menggebu-ngebu lalu down lagi begitu seterusnya. Sedangkan saat menikmati hasil hanya ada satu rasa yang saya rasakan yaitu rasa senang saat hasil sesuai yang diharapkan atau kecewa saat hasil jauh dari harapan. Setiap hari yang saya jalani adalah proses. Proses menjadi manusia yang lebih baik. Lebih baik itu banyak definisinya. Untuk saya ya menjadi lebih baik dalam mengelola emosi, dalam konsistensi melakukan apapun, lebih berdaya juang menggapai sesuatu yang dicita-citakan, lebih menerima diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan, lebih percaya di...

Forgiveness

Gambar
#day3 Mungkin memaafkan adalah kuncinya? Bisa jadi… Apa versi Anda? Memaafkan diri sendiri adalah hal pertama yang harus saya lakukan. Banyak kesalahan yang telah saya perbuat selama proses menerima peran baru sebagai istri dan ibu. Terkadang saya berharap terlalu tinggi pada diri sendiri. Sehingga pada akhirnya membuat saya tidak menghargai diri sendiri saat target dan harapan saya tidak terpenuhi. Saya marah saat saya tidak bisa berperan dengan baik menjadi istri dan ibu. Saat saya tidak menyiapkan makanan yang terbaik untuk mereka. Tidak melakukan usaha yang terbaik. Saya marah saat saya belum bisa fokus bermain bersama anak-anak, masih sering tergoda pegang hp. Saya marah saya masih belum bisa mengendalikan emosi saat menghadapi tingkah polah anak-anak. Dan pada akhirnya kemarahan diatas kemarahan itu menyakiti saya dan mereka. Menyakiti saya karena pada akhirnya saya menjadi semakin tidak percaya diri. Sudahlah "dirumah saja" kok ya tidak bisa mela...

More Important

Gambar
#day2 Sebenarnya ada hal yang JAUH LEBIH PENTING dari pada menyesali masa yang lalu. Apakah itu bagi Anda? Pastikan bahwa hal tersebut membuat Anda MAJU lebih CEPAT… Meskipun sudah lima tahun menjadi ibu, saya sering merasa menyesal. Menyesal menyadari bahwa saya sekarang adalah seorang istri dan ibu. Terlambat menyadari arti pentingnya. Terlambat menyadari bahwa banyak hal baik yang telah saya peroleh. Terlalu fokus pada hambatan-hambatannya dan rasa kehilangan. Mungkin iya saya telah kehilangan beberapa hal seperti karir dan teman-teman. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa banyak hal positif yang saya dapatkan. Teman sejati yang menerima saya apa adanya, yang menyayangi saya tanpa syarat, yang selalu siap menemani kemanapun saya pergi, yang selalu siap sedia mendukung pengembangan diri saya. Mereka adalah suami dan anak-anak saya. Saya juga sedang menjalankan karir yang paling penting didunia yaitu IBU RUMAH TANGGA. Karir ini memungkinkan saya menj...

Acceptance

Gambar
#day1 Terkadang yang menjadi kendala seseorang tidak bisa bergerak maju, adalah MENERIMA KENYATAAN yang ada dengan BIASA SAJA. Jadi, menurut Anda, kondisi apa yang harus Anda terima saat ini, sehingga Anda dapat bergerak maju lebih cepat? Kenyataan yang harus saya terima saat ini adalah saya seorang ibu dari dua balita. Artinya saya harus memulai langkah saya lagi dari awal. Menyusun ulang mimpi-mimpi saya. Menyusun ulang skala prioritas. Memulainya sesuai dengan kemampuan dan kondisi saat ini. Menerima kenyataan bahwa prioritas utama saya saat ini adalah keluarga. Waktu saya tidak lagi sepenuhnya untuk mengurusi diri sendiri, mengurusi apa yang saya suka, mengurusi apa yang saya mau, mengurusi mimpi-mimpi saya. Menerima kenyataan bahwa sebagian besar waktu saya sekarang untuk keluarga, untuk suami dan anak-anak. Menyiapkan makanan untuk mereka, menemani mereka bermain dan belajar bersama mereka. Menerima kenyataan bahwa saya harus siap kapanpun mereka butuhkan, meskipun s...

Membuat Bunga

Gambar
Ayah pergi ketoko karena salah satu karyawannya tidak masuk. Sehingga rumah terasa sepi. Karena Raisa sudah menonton TV pagi, jadi malam hari dia sudah tidak boleh nonton TV lagi. Supaya ada kegiatan, Mama usul gimana kalau main diluar saja sembari menikmati sejuknya udara malam. Namun Raisa menolak usul Mama. Raisa punya usul sendiri. "Hmmm...nggak mau ah Ma main diluar". "Ya udah, trus mau main apa?" "Hmmm...gimana kalau main petak umpet!" Akhirnya kami bertiga bermain petak umpet. Raisa dan Rafifa yang menghitung, Mama yang sembunyi. Setelah tiga kali putaran, Raisa menghentikan permainan. "Udah yuk Ma, mainnya!" "Ya sudah trus mau main apalagi?" Matanya menerawang dan melihat kearah atas kulkas. "Gimana kalau bikin bunga aza ma, kayak itu (sambil menunjuk vas bunga diatas kulkas), yang ada daunnya!". Akhirnya kami bertiga membuat bunga dengan kertas origami. Mama yang menggunting bunganya, Raisa yang menggu...